Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kita jelaskan terlebih dahulu arti dari Sukuk. Istilah sukuk itu berasal dari bentuk jamak bahasa Arab, ‘Sak’ atau sertifikat. Selanjutnya ada beberapa definisi dari beberapa lembaga, namun pada intinya sama. Secara singkat The Accounting and Auditing Organisation for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) mendefinisikan sukuk sebagai sertifikat bernilai sama yang merupakan bukti kepemilikan yang tidak dibagikan atas suatu asset, hak manfaat, dan jasa-jasa atau kepemilikan atas proyek atau kegiatan investasi tertentu.

Menurut DSN-MUI, sukuk atau Surat Berharga Syariah adalah surat berharga jangka panjang ber -dasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan oleh emiten kepada pemegang obligasi syariah yang mewajibkan emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegang obligasi syariah berupa bagi hasil/margin/fee serta membayar kembali dana obligasi ketika jatuh tempo.

Sukuk pada prinsipnya mirip seperti obligasi konvensional, dengan perbedaan pokok antara lain berupa penggunaan konsep imbalan dan bagi hasil sebagai pengganti bunga, adanya suatu transaksi pendukung (underlying transaction) sejumlah tertentu aset yang menjadi dasar penerbitan sukuk, dan adanya aqad atau penjanjian antara para pihak yang disusun berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Selain itu, sukuk juga harus di struktur secara syariah agar instrumen keuangan ini aman dan terbebas dari riba, gharar dan maysir.

Jadi meski terlihat mirip, tapi secara prinsip sukuk sangatlah berbeda dengan obligasi konvensional. Obligasi konvensional merupakan bukti kepemilikan surat utang yang mana pemiliknya berhak menerima pembayaran bunga/kupon tiap periode. Namun sukuk merupakan bukti kepemilikan atas suatu aset yang mana pemiliknya berhak menerima bagi hasil atas manfaat aset yang diberikan kepada penerbit sukuk. Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah enam karakteristik sukuk yang membedakan dengan obligasi konvensional:

  1. Merupakan bukti kepemilikan suatu aset berwujud atau hak manfaat (beneficial title);
  2. Pendapatan berupa imbalan (kupon), marjin, dan bagi hasil, sesuai jenis aqad yang digunakan;
  3. Terbebas dari unsur riba, gharar dan maysir;
  4. Penerbitannya melalui Special Purpose Vehicle;
  5. Memerlukan underlying asset;
  6. Penggunaan proceeds harus sesuai prinsip syariah.

Mekanisme sukuk dibagi menjadi beberapa jenis sesuai akad yang disepakati di awal. Berdasarkan peraturan nomor IX.A.14, akad-akad yang digunakan dalam penerbitan sukuk adalah sebagai berikut:

1.Ijarah :
Perjanjian (akad) dimana pihak yang memiliki barang atau jasa (pemberi sewa atau pemberi jasa) berjanji kepada penyewa atau pengguna jasa untuk menyerahkan hak penggunaan atau pemanfaatan atas suatu barang dan atau memberikan jasa yang dimiliki pemberi sewa atau pemberi jasa dalam waktu tertentu dengan pembayaran sewa dan atau upah (ujrah), tanpa diikuti dengan beralihnya hak atas pemilikan barang yang menjadi obyek Ijarah.

2.Kafalah:
Perjanjian (akad) dimana pihak penjamin (kafiil/guarantor) berjanji memberikan jaminan kepada pihak yang dijamin (makfuul anhu/ashil/debitur) untuk me-menuhi kewajiban Pihak yang dijamin kepada Pihak lain (makfuul lahu/kreditur).

3.Mudharabah:
Perjanjian (akad) dimana pihak yang menye-diakan dana (Shahib al-mal) berjanji kepada pengelola usaha (mudharib) untuk menyerahkan modal dan pengelola berjanji untuk mengelola modal tersebut.

4.Wakalah:
Perjanjian (akad) dimana pihak yang memberi kuasa (muwakkil) memberikan kuasa kepada pihak yang menerima kuasa (wakil) untuk melakukan tinda -kan atau perbuatan tertentu.

sumber : Buletin Salam Fossei edisi November 2011

Facebook Comments
SHARE
Next articleApa Persamaan Bunga dan Riba?
Umar Rasyid
Satu dari tiga bentuk penyesalan yang Saya khawatirkan itu terjadi adalah penyesalan ketika di alam kubur sementara amal masih kurang. Oleh karenanya saya mencoba mengabadikan amal kebaikan melalui tulisan-tulisan. "Salah satu amalan yang tidak terputus pahalanya adalah Ilmu yang bermanfaat." Selamat Mengambil Manfaat Sobat!

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here